About

Tuesday, July 16, 2013

Mencintai Pekerjaan Perawat

Banyak Kita jumpai bahkan kita merasakan sendiri bahwa antara tingkat pendidikan dan harapan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan tersebut jauh dari harapan. Apalagi tingkat pendidikan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan yang kita dapatkan.

Salah satu lingkungan pendidikan yang mungkin pernah Kita rasakan secara pribadi maupun mendengarkan ocehan orang sekitar kita yang mengenal perawat sebagai pembantu orang sakit/pembantu dokter/sebutan lainnya. Pandangan ini membuat kebanyakan perawat mungkin merasa berkecil hati sebagai seorang perawat dan akhirnya tidak sepenuhnya mencintai pekerjaan sebagai seorang perawat. Apalagi hal ini sangat bertolak belakang dengan mahalnya pendidikan perawat sementara beban pekerjaan begitu banyak dan mendapat gaji kecil, serta terkesan masih dipandang "sebelah mata" dalam menunaikan tugas mulianya sebagai seorang perawat. 
Dalam kehidupan sehari-hari bila kita berbicara mengenai perawat, terbersit dalam pikiran kebanyakan orang bahwa perawat itu terkesan seorang "pembantu" yang hampir disamarata dan disejajarkan dengan profesi seorang pembantu secara umum. Mungkin kata yang cocok dan cukup familiar untuk itu adalah penolong, bukan pembantu. Sebab bila kita lihat, dengar dan rasakan begitu besaaarrr....peran dan manfaat perawat/mantri yang sudah masyarakat rasakan khususnya di daerah pedalaman. Dan tidak sedikit tantangan yang dihadapi dalam partisipasi dan perannya menolong masyarakat.

Bagi teman-teman yang perawat dan saya, dalam mencintai pekerjaan perawat tidak lepas dari makna luhur sebagai seorang perawat yaitu menolong ketidakmampuan dan membantu orang sakit. Bedanya dengan "pembantu" biasa yang adalah menolong orang sehat, profesi unik ini dilengkapi dengan pendidikan yang cukup lama dan tinggi untuk bagaimana memahami orang lain, tampil beda dan bekerja secara profesional. Dengan kata lain perawat bukan "pembantu" biasa tetapi "pembantu" yang berpendidikan, bekerja secara profesional dan berlandaskan asas-asas/nilai-nilai yang sudah menjadi bahan pertimbangan yang matang dalam merawat klien. Hal ini harus disadari oleh perawat dan juga orang awam.

Dalam proses memahami dan mencintai pekerjaan perawat dilakukan dengan permenungan dan pendekatan filosofis sehingga kita dapat menemukan makna dan nilai luhur sebagai sebagai perawat.  

Tidak semua perawat dapat menjadi seorang perawat. 

Pahami pada dasarnya bahwa perawat "pembantu" orang sakit bukan "pembantu" orang sehat.
Dalam melakukan praktik keperawatan tentunya banyak di antara kita menjumpai orang-orang sakit dan ketidakmampuan oleh karena sebab yang disebabkan penyakit.  Orang-orang yang kita temui ini merupakan sesama kita yang memerlukan uluran tangan belas kasih dan keikhlasan kita. Seorang perawat yang memiliki hati yang tulus akan mampu meringankan beban penderitaan orang sakit ini saat dalam pengobatan. Kita tidak sepenuhnya mengetahui kondisi klien apakah dalam keadaan sakit maupun sehat. Perawat memahami meskipun kliennya dalam keadaan sehat namun memerlukan penyadaran mengenai pola hidup yang sesuai dengan kesehatan. Dalam hal ini perawat berperan cukup besar dalam mengatasi ketidaktahuan klien lewat penyuluhan-penyuluhan dalam meningkatkan kepedulian terhadap pola hidup sehat.

Menjadi Perawat merupakan panggilan.
Menjadi seorang perawat membutuhkan kepekaan dan ketajaman hati dalam memahami sesama kita yang membutuhkan perawatan maupun yang tidak memerlukan. Sebagai tenaga profesi yang dibekali ilmu yang tinggi dan profesional, diharapkan perawat mempu mengkaji dan melihat klien tidak hanya sebagai pasien tetapi juga sebagai pasien sendiri, keluarga dan masyarakat secara holistik dan komprehensif. Tentunya bila dilihat profesi ini dalam praktiknya, mempunyai konsep, pola, pemahaman dan pandangan sedikit bahkan jauh berbeda dengan tenaga kesehatan lain dalam melihat sebuah konsep sehat sakit. Kemampuan ini merupakan keistimewaan perawat yang sebenarnya. Menjadi perawat itu merupakan panggilan dengan memperhatikan hal-hal di atas dan tidak semua orang mau dan bisa menjadi perawat yang sesungguhnya.

Perawat memahami kondisi klien yang sesungguhnya karena 24 jam bersamanya.
Mungkin kita pernah merasakan bahwa seolah-olah kita tidak mengetahui kondisi klien kita selama shift dan berfikir dokterlah yang banyak tahu tentang penyakitnya?  
No!! tetapi perawatlah yang banyak mengetahui keluhan
dan kondisi klien selama perawatan dan pengobatan! Maksudnya adalah dalam menjalankan praktik keperawatannya selalu berlandaskan citra dan peran perawat profesional. Perawat mendengarkan dan memahami kondisi klien dan mencatatnya, serta mencari solusi permasalahannya disamping pemberian obat kepadanya. Solusi dan tindakan dapat dilakukan secara kolaborasi maupun mandiri. Tentunya dia paham dan mengetahui secara persis klien yang dia rawat selama perawatan sakit.
Dari pengalaman, klien (individu, keluarga, masyarakat/sanak keluarga lain dan orang lain) secara terbuka bercerita tentang kondisi sakitnya pada saat suasana tenang misalnya pada malam hari dimana perawat ada setiap saat pada waktu itu. Perawat hendaknya ada pada saat itu selalu kreatif, meluangkan waktu bersama klien, terbuka dalam mencari solusi permasalahannya. Bisa saja dia perlu kejelasan tentang kondisi penyakit saat ini, bukannya hanya pengobatan. Sebab dia sudah berobat di mana-mana untuk mencari jawaban mengenai kondisi sakitnya saat ini.

Menjadi perawat kita diajarkan untuk sabar dan rendah hati.
Banyak tantangan seorang perawat. Tidak jarang hanya masalah sepele, klien kita bisa saja marah kepada kita. Sebagai seorang perawat yang baik kita tidak mau menjadi tokoh antagonis klien kita. Biasakan minta maaf, sabar, ramah, tidak malu dan senyum meskipun mendapat cercaan. Dalam pekerjaannya perawat selalu bertanya kepada siapa saja baik kepada klien, keluarga, sesama tim, dan lain-lain dalam mencari solusi masalah klien yang dirawat.
Menurut saya tidak ada orang yang marah bila ditanyai kalau caranya kooperatif. Menjadi perawat yang sabar dan rendah hati mendatangkan manfaat berupa ilmu dan secara bijak dalam memutuskan sesuatu.

Perawat tetap dibutuhkan dan ada job sepanjang masa.
Sadar akan bergitu besar dan mulianya peran perawat dalam mengatasi permasalahan klien yang sakit seperti penjelasan di atas, maka profesi ini sangat..sangat.. dibutuhkan di mana pun dan diseluruh dunia. Sebagai seorang perawat yang mencintai pekerjaannya butuh pengorbanan, kerja keras, semangat dan mau belajar dalam mengembangkan dirinya.
Salah satu contoh berdasarkan data hasil penelitian lembaga besar Johnson&Johnson di Amerika sampai 2018 yang akan datang, peluang perawat sangat sangat dibutuhkan seiring dengan dengan peningkatan populasi lanjut usia (lansia), kebutuhan pada setiap jenis fasilitas kesehatan, dan gaji untuk setiap job.
Contoh lain Jepang dengan penduduk 130 juta jiwa memiliki 1,3 juta perawat, sedangkan Indonesia dengan penduduk 240 juta jiwa hanya memiliki perawat sejumlah 624 ribu perawat dengan sebaran 52.000 perawat ada di puskesmas dan 108.000 perawat bertugas di rumah sakit. Disis lain kebutuhan perawat di luar negeri juga masih tinggi. Misalkan di  Quwait, Uni Emirat Arab, Canada, USA, UK, Australia yang setiap tahunnya membutuhkan ribuan perawat setiap tahunnya. Hal ini tidak luput dari rendahnya daya saing tenaga perawat Indonesia sehingga tidak terserap oleh bursa kerja yang ada.
Dari data di atas mau menunjukan kepada kita kulitas dan kuantitas perawat perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dan unggul di berbagai aspek baik ilmu, keterampilan dan semuaya itu akan menjadi baik bila dipoles dengan moral dan ketulusan hati. Saya yakin perbuatan baik dan mulia yang dilakukan dengan tulus akan mendatangkan peluang dan kesempatan perawat kedepannya menjadi profesi yang membanggakan dan diperhitungkan kemampuannya.

Kesimpulan.
Akhirnya mencintai pekerjaan perawat diserahkan kepada individu perawat masing-masing. Memberikan kasih dan cinta kita pada yang membutuhkan melalui profesi ini tidak hanya dibatasi karena peluang dan situasi yang menguntungkan saja bagi kita, mari kita belajar menjadi seorang pekerja aktif yang selalu siap dalam suka maupun duka. Mari kita bangkit terus membenahi dan memperbaiki diri dan tidak berkecil hati, mensyukuri yang kita terima kepada Tuhan. Semoga.

Post a Comment